Monday, June 6, 2011

A moment into the mirror
into a soul in it’s solemn
though I threw it, to the softest most
of the heart that soaked
and yet exhausted, by a long dreading time
a time of fear and hope
surrender
and resigned
to some strength
and to He who comprehend.

Saturday, April 16, 2011

II

tersebut sebuah nyanyian yang ku gentarkan. sampai yang di syurga pun keresahan. lalu dengan sarat merintih berdoa. dari unggunan-unggunan kisah. kisah yang tentu saja belum terlupakan. bukakan saja neraka biar terserlah isinya. dari membuang masa mencuci kerak-kerak dosa. menangislah. dengan harapan segala harta diperjudikan. yang tertinggal, tersisa pun ku dustakan. ketawa sajalah, menunggu tiba waktunya..

Friday, April 1, 2011

I

telah ku tunda siksa sampai dewasa. tak juga bergalang gantinya. sedang kau yang bermantera pun merasakan bisa. ini waktunya kepayahan. sedang mati bermula kesenangan. yang terukir dari senyuman hanya manifestasi kegagalan. kerana yang di jelang bukan saja hutan dan singa-singa kelaparan. ahh.. dan duri yang menancap memercikkan lagi darah serta nanah. biar saja. biar tak upaya. dari diterjang ke dasar neraka..

Thursday, March 3, 2011

Tuhan

Tuhan,
Ini malam aku termangu
Mengenang dosa-dosa

Ini malam aku terlena
Dengan air mata

Kirimkan malaikatmu
Aku ingin bicara syurga

Kirimkan jua bidadarimu
Aku ingin bicara cinta

Tuhan,
Jagatmu luas tak terbatas
Aku mengejar syurga teratas..

Friday, February 25, 2011

Verily,
there was a night I won’t regret anything at all,
there was a story I won’t remember a word,
where I visited,
a secret chapter of a rewritten tale,
an open sea with its floorless hole,
a deep jungle and its wilderness,
Verily there is a promise,
and to die would be more meaningful.

Saturday, February 19, 2011

Diktator Humanism

Magisnya hidup
Manusia bersatu di tangan diktator-diktator manusiawi
Kemanusiaan mendaki puncaknya
Walau dibingit jeritan demokrasi

Malangnya hidup
Manusia tenggelam dalam laungan reformasi
Panji hipokrasi dijulang tinggi
Sepanduk kapitalis dijampi-jampi
Lalu dipasak pada kubur manusiawi
Menjadi nesan ngeri di bumi sendiri

Suara suara waras masih memanggil nama
Suharto
Dari celah jurang ekonomi
Tangan-tangan luka terus
mengukir nama Castro
Pada dinding kubur manusiawi.

Wednesday, December 1, 2010

Fate dependent man

I am a fate dependent man,
Live by my conscience,
Waiting for fate to determine,
And to loss all my chances.

I am a fate dependent man,
Had a dream of a perfect life,
Till fate said what it is destined,
And took all dreams out of my mind.

I am a fate dependent man,
Used to strive for the best,
Though I know sometimes,
I’ll fail myself.

I am a fate dependent man,
Stranded between heaven and hell,
With some sins to repent,
Drive me out of my kind.