Friday, October 14, 2011

epitaph untuk perempuan egois

Kau yang apabila ku tatap lalu menoleh pandang matahari. Apa ada jawaban untuk aku yang telah mati? Belumpun bersua kau sudah menarik kata. Hanyapun sekadar melihat bayangmu yang kabur. aku belum luntur. Aku berdiri tanpa alasan. tanpa alasan. sampai terlena hingga termimpi dalam kenyataan. Kubangun. kulawan. bayangmu kutawan. Dan kau. yang pabila ku panggil lalu beralih pandang awan. Telahpun berjalan takdir dengan harapan. sejauh sisa hati yang bertaburan. Di nadir gelap. kutatap kenangan sampai hilang segala beban. Sungguh, takkan kurosakkan takdir ini. Medanku adalah mimpi. tempat ku menikmati bini-bini. dan gadis-gadis yang bukan egois.

Monday, July 25, 2011

III

Hampir saja ku tinggalkan ingatan semalam dalam ruang gelap di celah-celah penetrasi duri-duri di barak yang resah. Lalu sedang dibuai alunan indah sajak serta nyanyian, tiba-tiba terpempan antara damai dan keresahan masa yang membawa laju kehidupan. Kejutan tadi yang mencetus gelora, kencang memaksa batin melawan dan melawan sampai tertunduk takut pada kata takdir. Siapa lagi yang derita? Lihat aku. Semakin tak biasa dengan bahagia..

Monday, June 6, 2011

A moment into the mirror
into a soul in it’s solemn
though I threw it, to the softest most
of the heart that soaked
and yet exhausted, by a long dreading time
a time of fear and hope
surrender
and resigned
to some strength
and to He who comprehend.

Saturday, April 16, 2011

II

tersebut sebuah nyanyian yang ku gentarkan. sampai yang di syurga pun keresahan. lalu dengan sarat merintih berdoa. dari unggunan-unggunan kisah. kisah yang tentu saja belum terlupakan. bukakan saja neraka biar terserlah isinya. dari membuang masa mencuci kerak-kerak dosa. menangislah. dengan harapan segala harta diperjudikan. yang tertinggal, tersisa pun ku dustakan. ketawa sajalah, menunggu tiba waktunya..

Friday, April 1, 2011

I

telah ku tunda siksa sampai dewasa. tak juga bergalang gantinya. sedang kau yang bermantera pun merasakan bisa. ini waktunya kepayahan. sedang mati bermula kesenangan. yang terukir dari senyuman hanya manifestasi kegagalan. kerana yang di jelang bukan saja hutan dan singa-singa kelaparan. ahh.. dan duri yang menancap memercikkan lagi darah serta nanah. biar saja. biar tak upaya. dari diterjang ke dasar neraka..

Thursday, March 3, 2011

Tuhan

Tuhan,
Ini malam aku termangu
Mengenang dosa-dosa

Ini malam aku terlena
Dengan air mata

Kirimkan malaikatmu
Aku ingin bicara syurga

Kirimkan jua bidadarimu
Aku ingin bicara cinta

Tuhan,
Jagatmu luas tak terbatas
Aku mengejar syurga teratas..

Friday, February 25, 2011

Verily,
there was a night I won’t regret anything at all,
there was a story I won’t remember a word,
where I visited,
a secret chapter of a rewritten tale,
an open sea with its floorless hole,
a deep jungle and its wilderness,
Verily there is a promise,
and to die would be more meaningful.